Rabu , 18 Mei 2022
Barang siapa menginginkan dunia, taklukakanlah dengan ilmu. Barang siapa menginginkan Akhirat, gapailah ia dengan ilmu. Barang siapa menginginkan keduanya, rengkuhlah dengan ilmu. (Al-Hadits)
Breaking News
Beranda / Fiqih / Khutbah Sholat Gerhana Matahari Total di Watubelah

Khutbah Sholat Gerhana Matahari Total di Watubelah

gerhana-matahari

Berkenaan dengan Fenomena langka gerhana matahari total yang terjadi pada tanggal 9 maret 2016, pondok pesantren Al-Khairiyah Watubelah sumber mengadakan sholat gerhana (khusyuf dan kusyuf) yang dihadiri kurang lebih 750 jamaah. Selaku imam pada sholat gerhana ini adalah Habib Abdillah bin Gasim Baharun, dan khotib Habib Miqdad bin Gasim Baharun.

Acara ini pun turut dihadiri oleh para habaib, kyai, ulam, dan tokoh masyarakat setempat.

Sebelum Sholat dilaksanakan para hadirin dipimpin oleh salah seorang santri dan asatidzah melantunkan doa, istighfar, tahlil dan tahmid, serta qosidah-qosidah pujian kepada Allah dan Rosulullah saw. sholat gerhana yang dijadwalkan dilaksanakan pada pukul 06.20 wib akhirnya bisa dimulai pada pukul 07.05 wib.

Para hadirin dengan khusyu’ dan khidmat bersama-sama melantunkan pujian, qosidah, dzikir, serta khutbah yang dengan khidmat disampaikan oleh pimpinan Pon-pes Al-khairiyah Habib Miqdad bin Gasim Baharun.

Acara ini diakhiri dengan bersalam-salaman, dan santap pagi bersama dilingkungan pesantren Al-Khairiyah.

 

KHUTBAH SHOLAT GERHANA MATAHARI

oleh : Habib Miqdad Baharun

Jamaah yang dimuliakan Allah swt dipagi yang cerah ini kita kembali diingatakan oleh Allah swt bahwa suatu saat nanti kita akan kembali kehadirat Allah swt dan seluruh umat akan dipertanyakan oleh Allah tentang apa yang dilakukannya selama hidup didunia.

Pagi ini kita berkumpul bersama ditempat ini dalam rangka berdzikir kepada Allah swt, memohon ampun kepada Allah swt, tatkala datang peringatan dari Allah swt satu tanda kebesaran Allah, dimana diipagi hari ini Allah tampakan kembali salah satu tanda kebesaranNya. Yaitu dengan terjadinya gerhana matahari yang saat ini tengah dalam prosesnya.

Tidak seperti biasanya, kalau kemarin pada jam yang sama (07.30-red.) mungkin kita sedang merasakan terik panas matahari yang sudah mulai menyengat dibadan kita. Ibu-ibu yang setiap hari melakukan tugas-tugas rumah tangganya dengan mencuci pakaian keluarga, pada saat ini pada jam ini, kemarin merasa senang dengan cerahnya sinar matahari tetapi hari ini berbeda, sedikit demi sedikit sinar matahari semakin redup dan mungkin akan menghilang secara total dalam sesaat.

Fennomena ini merupakan tanda kebesaran Allah swt, dimana Allah tunjukkan kepada kita umat manusia agar kita berfikir agar kita merenung dengan renungan iman, yang mau mengambil pelajaran dengan fenomena yang terjadi, mereka hanyalah “Ulil Albab” orang-orang yang memiliki pikiran jernih memiliki hati yang bening, memiliki keimanan yang kuat kepada Allah swt .

Berbeda dengan orang-orang musyrik, kafir, berbeda dengan mereka yang sudah mulai luntur serta tipis keimanannya terhadap Allah swt. Kalau dulu zaman jahiliyah, fenomena alam yang terjadi pagi hari ini juga pernah terjadi dizaman Rosul saw.

Orang-orang musyrik mereka meyakini bahwa ini adalah salah satu fenomena alam, karena didalam hati mereka tidak ada keimanan terhadap Allah swt. Jadi segala sesuatu yang terjadi di alam ini mereka anggap terjadi dengan sendirinya, dan itu merupakan fenomena alam.

Berbeda dengan kita yang didalam hati kita terdapat keimanan kepada Allah swt dan kita yakin bahwa segala sesuatu  yang kita lihat, dengar, dan terjadi di alam semesta ini diatur oleh Allah swt yang maha kuasa, termasuk matahari, bulan, dan bintang beserta makhluk-makhluk Allah lainnya.

Ketika dijaman Nabi Muhammad saw terjadi fenomena yang sama seperti pagi hari ini, ada beberapa orang yang mengatakan bahwa terjadinya gerhana matahari merupakan tanda bahwa akan dilahirkannya seorang manusia yang agung yang mana pada saat terjadi gerhana matahari berbarengan dengan wafatnya putra baginda Nabi Muhammad saw yang bernama Ibrohim. Ada sebagian yang mengatakan bahwa gerhana matahari yang terjadi pada waktu itu adalah satu tanda akan meninggalnya putra Nabi Muhammad saw. diyakini oleh sebagian umat bahwa gerhana matahari yang terjadi pada waktu itu adalah satu tanda akan dilahirkannya manusia yang agung.

Fenomena ini yang terjadi dimasyarakat pada waktu diluruskan oleh baginda nabi Muhammad saw, seketika itu nabi Muhammad saw sampaikan kepada umat :

إن الشمش والقمر أيتان من أيات الله

Matahari dan bulan yang mungkin suatu saat terjadi gerhana, yang mungkin suatu saat akan hilang sinarnya, seperti pada pagi hari ini, menjadi redup dan semakin hilang sinarnya adalah salah satu dari sekian banyak tanfa kebesaran Allah Subhanahu  wa ta’ala.

 

لاينخسفان لموت أحد

Bulan dan matahari tidak gerhana karena kematian seseorang

 

ولالحياته

Dan juga karena lahirnya sesoran, dan janganlah dikait-kaitkan dengan apapun.

Akan tetapi jika kita melihat fenomena gerhana matahai ataupun bulan, kita kembalikan kepada Allah swt.

Nabi saw  sampaikan :

فإذا رأيتم ذلك

Jika kalian melihat fenomena ini, maka yang harus kita lakukan adalah kembali kepada Allah swt dan melaksanakan seperti apa yang diperintahkan baginda Nabi Muhammad saw,

 

فاد عوااالله

Berdoalah kalian kepada Allah. Jangan banyak komentar apalagi diiringi dengan suatu kemaksiatan, karena hal tsb merupakan hal yang menyimpang dari apa yang diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad saw.

Jadi yang dianjurkan bahkan diperintahkan oleh baginda Nabi saw ketika terjadi fenomena seperti pagi hari ini, maka berdoalah kepada Allah swt. Alhamdulillah dari sejak setengah tujuh tadi, dari sejak sebelum gerhana ini dimulai kita sudah beristighfar kepada Allah swt, kita sudah berdoa bersama-sama mengajukan pertaubatan kita kepada Allah swt, semoga doa-doa kita di ijabah oleh Allah swt, dosa-dosa kita diampuni Allah, dan semoga Allah berkenan membukakan pintu pertaubatan, sehingga kita kembali kepada Allah dengan tanpa membawa dosa sedikitpun, Amin.

 

Selain berdoa kepada Allah,

وكبرواوصلواوتصدقوا

Agungkanlah Allah, sholatlah, dan bersedekahlah kalian.

Inilah yang dianjurkan Nabi Muhammad saw ketika terjadi fenomena gerhana.

Yang pertama adalah :

Berdoa. Dengan doa yang  bebas dan yang paling penting dan paling diperlukan oleh kita adalah doa untuk meminta keselmatan dunia dan akhirat. Nabi Muhammad saw ajarkan kepada kita :

إذا سألت الله فاسأل العافية

Jika kita meminta kepada Allah maka mintalah “afiyah” yaitu keselamatan didunia dan akhirat.

Apalagi kita yang hidup diakhir zaman ini, kita yang hidup dizaman fitnah ini, zaman yang penuh kekaburan, kita perlu dan sangat perlu keselamatan dari Allah swt.

Yang kedua, mengagungkan Allah dan yang ketiga dirikan sholayt gerhana, dan yang keempat adalah bersedekah. Inilah poin-poin yang diajarkan oleh Rosulullah saw ketika terjadi fenomena gerhana baik matahari maupun bulan.

Tidak seperti yang dilakukan oleh sebagian masyarakat, sebagaimana kita umat islam mengajak kepada masyarakat untuk melakukan anjuran yang diperintahkan oleh baginda Nabi Muhammad saw.

Di lain tempat ada juga yang mengajak masyarakat untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah diajarkan oleh baginda Nabi saw, bahkan dilarang dan ini disebarkan dengan memasang baliho, banner dan sebagainya. Ada oknim-oknum mengajak masyarakat untuk nonton bareng fenomena gerhana dan diiringi dengan perbuatan maksiat seperti pagelaran musik dan lain-lain, ini sudah sangat keterlaluan dan ini disebarkan ke masyarakat luas. Ini merupakan bukti dari kebenaran risalah baginda Nabi saw, bahwa diakhir zaman akan muncul da’i-da’i jahannam

الدعاة لأبواب جهنم

Mereka-mereka yang mengajak umat untuk mendekat kepada pintu-pintu neraka.

Setelah berdoa kita bertakbir, tahmid, tasbih, artinya kita berdzikir, dan dilanjutkan dengan sholat dua roka’at dengan format yang berbeda dari sholat yang biasa kita lakukan.

Kalau kita tahu sholat yang setiap hari kita laksanakan satu roka’at terdiri dari satu fatihah, satu ruku’, satu sujud, maka untuk sholat gerhana distiap rokaatnya terdadiri dari 2 fatihah, 2 surat, dan 2 ruku’. Bahkan disunnahkan untuk memanjangkan durasi berdiri didalam sholatnya.

Ketika Rosulullah saw memberikan contoh dalam melaksanakan sholat gerhana, maka cara melakukan sholat yang dicontohkan adalah dengan bacaan yang panjang,

– rokaat pertama setelah fatihah dibacakan surat al-baqoroh sampai akhir surat

– ruku’ dengan durasi yang panjang kemudian bangun

– membaca fatihah dan kemudian membaca surat Ali Imron sampai akhir surat

– kemudian ruku, – i’tidal, dan sujud (seperti dalam solat biasa)

– bangun untuk rokaat kedua membaca fatihah, setelah fatihah membaca surat An-Nisa

– ruku’ dan kemudian bangun lagi seperti pada rokaat pertama, setelah fatihah membaca surat Al-Maidah.

Tetapi kita alhamdulillah, kita diberikan kebebasan dan keringanan oleh Allah melalui syariat baginda Nabi saw, Allah maha tahu dan baginda Nabi saw sanngat sayang dan perhatian serta tidak mau memberatkan ummatnya, apalagi kita hidup di akhir zaman, sehingga diberikan kelonggaran untuk tidak melakukan sholat gerhana sebagaimana yang dicontohkan. Silahkan yang penting melaksanakan sholat gerhana, adapun panjang suratnya diberikan kebebasan seperti yang kita lakukan tadi.

Sebenarnya yang kita lakukan tadi tidak sampai seperempat surat Al-baqoroh, namun alhamdulilah kita diberikan taufik dan hidayah oleh Allah swt untuk melakukan sholat gerhana, semoga ini menjadi sarana keselamatan bagi kita semua dunia dan akhirat.

Kemudian sedekahlah, ketika terjadi fenomena gerhana seperti ini dianjurkan oleh rosulullah saw untuk bersedekah, sebab siapa tahu fenomena ini adalah salah satu rangkaian adzab yang diturunkan oleh Allah.

Siapa yang tahu ini merupakan awal dari rangkaian bala, musibah, yang di turunkan oleh Allah swt oleh karena itu nabi menganjurkan “bersedakahlah” sebab  الصدقة تدفع البلاء sedekah bisa menjauhkan orang yang bersedekah dari bencana, musibah dan bala.

Bahkan dalam satu riwayat hadist nabi Muhammad saw sampaikan kepada ummat, bahwa kita diperintah oleh Nabi Muhammad saw untuk menyelamatkan diri kita dari api neraka ولو بشق تمرة sekalipun dengan secuil kurma. Insya Allah yang penting kita ikhlas kita bersedekah kita akan dijauhkan dari segala macam bala dan bencana dari Allah swt, amin.

Jamaah yang dimuliakan Allah swt, fenomena yang terjadi pagi hari ini merupakan contoh kecil dari fenomena alam yang sangat besar dan dahsyat dan pasti akan terjadi, yaitu KIAMAT. Ini merupakan fenomena terakhir dan terdahsyat dari segala fenomena yang terjadi di alam semesta ini. Matahari merupakan salah satu aktor dalam terjadinya kiamat, Allah swt berfirman :

إذا الشمش كورت

Apabila matahari dipadamkan oleh Allah swt..

Fenomena gerhana matahari yang terjadi pada hari ini hanya sekedar redup dan hilang sesaat saja kita sudah merasa kebingungan. Jujur didalam hati kita semua ada rasa takut, panik, kahwatir, dan terlintas didalam hati kita “jangan – jangan ini merupakan akhir dari kehidupan alam”.

Akhir dari kehidupan alam merupakan satu hal yang pasti. Allah swt berfirman didalam Al-quran :

ما تأتيكم إلا بغتة, يسألونك عن الساعة أيا مرساها.

Mereka bertanya kepada mu (wahai Muhammad) tentang hari kiamat, kapankah akan terjadi?

قل إنما علمها عند الله

Katakanlah yang tahu persisi kiamat itu terjadi hanyalah Allah swt

Kiamat akan datang dan terjadi secara tiba-tiba.

Adapun tanda-tandanya memang sudah Allah tampakkan. Inilah yang dikhawatirkan, maka ketika ada didalam hati kita rasa takut dan khawatir, maka inilah yang ditampakkan oelh  Allah swt kepada kita agar kita senantiasa berbekal diri seperti yang diingatkan Allah swt didalam al-Qur’an ;

وتزودوا فإن خير الزاد التقوى

Mereka orang-orang yang melakukan penelitian tentang fenomena ini, biarkanlah mereka, namun kita sebagai mu’min sebagai umat baginda Nabi Muhammad saw yang diberikan pedoman hidup alquran oleh Allah kita yakin ini merupakan salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah swt.

Dan kita patut dan wajib bersyukur diberikan ni’mat iman dan islam untuk selalu bisa merenung akan tanda kebesaran Allah swt dan mudah-mudahan kita bisa mempertahankan keimanan dan aqidah lurus ahlussunnah wal jamaah kita sampai kita menninggalkan dunia yang fana ini, amin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *